TIMES KOTABARU, JAKARTA – Aksi pencurian berskala besar terjadi di Jerman saat libur Natal. Sejumlah perampok membobol ratusan hingga ribuan brankas penyimpanan milik nasabah di sebuah bank ritel di Kota Gelsenkirchen, Negara Bagian North Rhine–Westphalia, Jerman. Nilai kerugian ditaksir mencapai 10 hingga 90 juta euro atau setara Rp180 miliar hingga lebih dari Rp1,6 triliun.
Kepolisian Jerman menyebut aksi ini sebagai salah satu perampokan bank terbesar dalam sejarah negara tersebut dan publik menjuluki sebagai perampokan ala film Ocean’s Eleven yang dibintangi Brad Pitt dan George Clooney. Hingga Rabu waktu setempat, para pelaku masih buron, sementara kemarahan nasabah terus memuncak.
Dibobol dari Area Parkir
Menurut keterangan polisi, para pelaku membobol salah satu cabang bank Sparkasse dengan cara masuk melalui gedung parkir yang bersebelahan. Aksi tersebut diduga dilakukan saat aktivitas perbankan tutup selama libur Natal.
Dengan menggunakan bor berukuran besar, pelaku melubangi dinding beton tebal hingga berhasil menembus ruang brankas bawah tanah. Setelah itu, sekitar 3.000 lebih kotak penyimpanan dibuka paksa sebelum para pelaku melarikan diri membawa uang tunai, emas, dan perhiasan.
Seorang juru bicara kepolisian menggambarkan aksi tersebut mirip adegan film Ocean’s Eleven karena dilakukan secara rapi dan terencana. “Aksi ini jelas membutuhkan pengetahuan mendalam dan energi kriminal yang besar untuk bisa dieksekusi,” ujarnya, dikutip dari AFP.
Pihak bank mengonfirmasi bahwa lebih dari 95 persen dari total sekitar 3.250 brankas nasabah telah dibobol oleh pelaku yang hingga kini belum teridentifikasi.
Kerugian Fantastis
Polisi memperkirakan nilai kerugian berada di kisaran 10 hingga 90 juta euro. Berdasarkan nilai asuransi rata-rata sekitar 10 ribu euro per brankas, estimasi awal menyebutkan kerugian sedikitnya mencapai 30 juta euro.
Perampokan ini baru terungkap pada Senin (29/12/2025) waktu setempat setelah alarm kebakaran berbunyi dan memicu kedatangan petugas darurat. Hingga kini, polisi belum memastikan secara pasti waktu terjadinya pembobolan.
Sejumlah saksi mengaku melihat beberapa pria membawa tas-tas besar di tangga gedung parkir pada malam menuju Minggu. Rekaman kamera pengawas juga memperlihatkan sebuah mobil Audi RS 6 berwarna hitam meninggalkan area parkir pada Senin dini hari. Polisi menyebut pelat nomor kendaraan tersebut sebelumnya dilaporkan dicuri di Kota Hannover.
Nasabah Protes, Polisi Imbau Tak Lapor Sendiri
Pasca kejadian, puluhan nasabah mendatangi kantor cabang Sparkasse untuk meminta penjelasan. Surat kabar Kölner Stadt-Anzeiger melaporkan banyak korban berasal dari komunitas keturunan Turki yang menyimpan emas dan perhiasan emas di dalam brankas.
Sebagian korban mengaku nilai kerugian mereka jauh melampaui batas asuransi yang tersedia. Polisi pun meminta para nasabah terdampak untuk tidak mengajukan laporan pidana secara terpisah, melainkan berkoordinasi langsung dengan pihak bank.
Bank Sparkasse kini mengumpulkan data identitas nasabah serta laporan kerugian untuk kemudian diserahkan kepada penyidik setiap hari. Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang dinilai sangat profesional dan terorganisasi. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Perampokan Bank Gaya Ocean’s Eleven di Jerman, Kerugian Ditaksir Tembus Rp1,6 Triliun
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |